ISLAMIC IDENTITY NEGOTIATION IN RURAL SOCIETY OF BANGKA ISLAND : BETWEEN GLOBAL AND LOCAL

Penulis

  • Ahmad Syarif Hidayatullah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang https://orcid.org/0000-0002-4623-4887
  • Nur Fitriyana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Palembang-Indonesia
  • Almunadi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Palembang-Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32923/1eyxf087

Kata Kunci:

Islamic Identity, Cultural Hybridity, Multiple Modernities, Everyday Pluralism, Bangka Malay Muslim

Abstrak

Studi etnografi ini meneliti bagaimana komunitas Muslim tradisional di Desa Payabenua, Pulau Bangka, Indonesia, menegosiasikan identitas keislamannya di tengah arus globalisasi. Berdasarkan sembilan bulan penelitian lapangan, penelitian ini mengeksplorasi interaksi antara tradisi lokal, simbol-simbol Islam global, dan pluralisme sosial. Dengan menggunakan teori cultural hybridity (Bhabha), multiple modernities (Eisenstadt), serta konsep everyday pluralism (Wise), studi ini mengungkap tiga temuan utama: (1) bentuk arsitektur Islam global berkoeksistensi dengan tradisi lokal melalui apropriasi strategis yakni masjid baru bergaya Timur Tengah justru memperkuat, bukan menggantikan ritual tradisional seperti nganggung; (2) simbol-simbol keagamaan yang sering dianggap kontroversial seperti cadar memperoleh penerimaan melalui mediasi otoritas keagamaan lokal (guru kampung) yang mengintegrasikannya ke dalam kerangka fikih mazhab Syafi‘i; dan (3) pluralisme keseharian yang berakar pada saling ketergantungan ekonomi tetap tangguh meskipun mencuat semacam revivalisme Islam.  Secara teoretis, studi ini memberikan kontribusi dengan memperluas penerapan teori hibriditas ke konteks pedesaan. Dimana hal ini menunjukkan bahwa bentuk modernitas Islam mewujud dalam bentuk revitalisasi tradisi alih-alih menggantikannya, serta menampilkan sebuah ketahanan praktek kehidupana pluralisme dalam kehidupan sehari-hari masyarakat desa. Temuan-temuan ini menantang narasi yang sering menggambarkan komunitas Muslim sebagai penerima pasif dari pengaruh global, dan sebaliknya menyingkap proses negosiasi yang aktif dan kreatif yang kemudian melahirkan bentuk-bentuk modernitas hibrid yang khas—yang sekaligus bersifat global dan lokal, modern dan tradisional, revivalis dan pluralis.

 

Biografi Penulis

  • Ahmad Syarif Hidayatullah, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang

    Faculty of Ushuluddin and Islamic Thought

Diterbitkan

2025-12-31

Cara Mengutip

ISLAMIC IDENTITY NEGOTIATION IN RURAL SOCIETY OF BANGKA ISLAND : BETWEEN GLOBAL AND LOCAL. (2025). Mawaizh : Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, 16(02), 275-302. https://doi.org/10.32923/1eyxf087

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama