Motivasi Orang Tua Memilih Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Anak (Studi Kasus di Pondok Pesantren Nurul Falah Air Mesu dan Pondok Pesantren Roudlatul Muta’alimin Al Baisyuni)
DOI:
https://doi.org/10.32923/3v9dzc42Kata Kunci:
Islamic Boarding School, Motivation, ParentsAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah orang tua yang memilih pesantren sebagai lembaga pendidikan bagi anak-anak mereka. Kurangnya pemahaman mengenai jenis dan jenjang pendidikan di pesantren sering kali memicu kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Oleh karena itu, dengan menggali lebih dalam alasan di balik keputusan orang tua dalam memilih pesantren sebagai lembaga pendidikan bagi anak-anak mereka, peneliti akan lebih mudah untuk meneliti lebih mendalam motivasi orang tua dalam memilih pesantren sebagai lembaga pendidikan bagi anak-anak mereka.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan orang tua mengenai pendidikan di Pesantren Nurul Falah dan Pesantren Raudlatul Muta'allimin Al-Baisuny? Serta untuk mengetahui apa yang memotivasi orang tua dalam memilih Pesantren Nurul Falah dan Pesantren Raudlatul Muta'allimin Al-Baisuny sebagai lembaga pendidikan bagi anak-anak mereka? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang berfokus pada fenomena sosial dan pada penyampaian suara perasaan serta persepsi dari peserta penelitian, misalnya perilaku, motivasi, tindakan, dan sebagainya, dengan menggambarkan motivasi orang tua dalam memilih sekolah asrama Islam sebagai lembaga pendidikan bagi anak-anak melalui proses observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis dalam penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama, Pengetahuan Orang Tua tentang Pendidikan di Pesantren Nurul Falah dan Pesantren Raudlatul Muta'allimin Al-Baisuny hanya terbatas pada pendidikan agama yang mengajarkan ilmu agama, baik menghafal Al-Qur'an maupun menanamkan nilai-nilai agama. Kedua, motivasi orang tua dalam memilih Pesantren Nurul Falah dan Pesantren Raudlatul Muta'allimin Al-Baisuny disebabkan oleh faktor kebutuhan, yaitu kebutuhan akan keamanan dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Selain itu, hal ini juga disebabkan oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik
Translated with DeepL.com (free version)
Referensi
Faisol, M, ‘Peran Pondok Pesantren Dalam Membina Keberagamaan Santri’, Al- Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1.2 (2017), 37–51
Hasibuan, Riadul Muslim, ‘Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Salafiyah Di Era Modern (Pergumulan Antara Tradisionalisme Dan Modernisasi Dalam Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Syekh Muhammad Dahlan Aek Hayuara Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas Provinsi Sumatera Utara)’ (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2013)
Hidayat, Tatang, Ahmad Syamsu Rizal, and Fahrudin Fahrudin, ‘Peran Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam Di Indonesia’, Ta Dib Jurnal Pendidikan Islam, 7.2 (2018), 461–72
Malia Susi Anggraini, “Motivasi Belajar dan Fakto-faktor yang berpengaruh: sebuah Kajian pada nteraksi Pembelajaran Mahasiswa”, no 1 (April 2005):
h. 102.
Rahman, P. K. (2024). Analysis of Teacher Preparedness for Using Technology in the Classroom Learning Process. Indonesian Research Journal on Education, 4(4), 276–280. https://doi.org/10.31289/analitika.v14i1.6015
Raudatul Jannah,”Motivasi Orang Tua dalam Membina Moral Anak di Era Digital Melalui Pondok Pesantren di Lingkungan Pesinggahan Pegesangan Barat Kecamatan Mataram”, (Skripsi, UIN Mataram, Mataram 2017).
Sitna Mahu dkk, “Motivasi Orang Tua Menyekolahkan Anaknya Ke Pondok Pesantren Sebagai Sarana Pembinaan Akhlak Anak” (jurnal, Kuttab, Vil. 1, No. 1, Januari 2019).
Slameto. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. (Jakarta : Rineka Cipta, 2015) h. 171
Sugiyono, P D, ‘Cara Mudah Menyusun: Skripsi, Tesis, Dan Disertasi’ (Bandung: CV. Alfabeta, 2015)
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Tuti Iryani

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




