Pola Perilaku Bullying di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Bangka TengahKA TENGAH
DOI:
https://doi.org/10.32923/15mrp429Kata Kunci:
Implementasi, Pendidikan Inklusifi, Peserta Didik Berkebutuhan KhususAbstrak
Lembaga pendidikan merupakan badan atau lembaga, baik negeri maupun swasta, yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan sehingga menjalankan usaha dalam bidang pendidikan. Di Indonesia terdapat banyak lembaga pendidikan dengan tujuan, kurikulum, dan lulusan yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola perilaku bullying dan bagaimana madrasah dalam mengatasi perilaku bullying MTSN 1 Bangka Tengah. Penelitian ini mengungkap berbagai pola serta bentuk bullying meliputi bullying dalam bentuk fisik seperti bullying, bullying verbal seperti mengolok-olok siswa yang memiliki kekurangan fisik, menghina orang tua dengan nama panggilan, bullying melalui internet (cyberbullying), menghina siswa lain melalui media sosial. Faktor pemicu terjadinya bullying antara lain faktor keluarga yang kurang memperhatikan, faktor sekolah dengan pengawasan yang rendah, faktor lingkungan yang buruk, faktor teman sebaya yang mendukung terjadinya bullying, faktor media sosial yang kurang terkontrol. Langkah Madrasah mengatasi perilaku bullying yang digunakan meliputi pembentukan tim anti bullying, penyediaan kotak pengaduan, penerapan strategi reward and punishment, pemberian edukasi tentang bahaya bullying
Referensi
Abdiyah, L., & Subiyantoro, S. (2021). Penerapan Teori Konstruktivistik Dalam Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar. ELSE (Elementary School Education Journal) Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 5(2), 127. https://doi.org/10.30651/else.v5i2.6951
Amrullah, A. K. (2023). Pemenuhan hak anak atas pendidikan pada Sekolah Ramah Anak di SMP Negeri 5 Brebes. Jurnal Locus Penelitian Dan Pengabdian, 2(4), 319–336.
Espelage, D. L., & Swearer, S. M. (2003). Research on school bullying and victimization: What have we learned and where do we go from here? School Psychology Review, 32(3), 365–383.
Gredler, G. R. (2003). Olweus, D.(1993). Bullying at school: What we know and what we can do. Malden, MA: Blackwell Publishing, 140 pp., $25.00. Psychology in the Schools, 40(6).
Kayyis Fithri Ajhuri, M. (2019). Psikologi Perkembangan Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Penebar Media Pustaka, 135.
Malahati, F., Maemonah, M., & Jannati, P. (2022). Analisis Aspek Perilaku Bullying Peserta didik Kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Menggunakan Perspektif Filsafat Behaviorisme. Jurnal Penelitian Pendidikan, 22(3), 302–312. https://doi.org/10.17509/jpp.v22i3.52845
Moleong, L. J. (2011). Metode Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Nansel, T. R., Overpeck, M., Pilla, R. S., Ruan, W. J., Simons-Morton, B., & Scheidt, P. (2001). Bullying behaviors among US youth: Prevalence and association with psychosocial adjustment. Jama, 285(16), 2094–2100.
Noer, R. M., Rabi, M., Draini, O., & Wigati, S. (2020). Pencegahan Perilaku Bullying Pada Siswa Kelas VII di MTs Nahdhatul Wathan. Community Development Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(3), 523–526. https://doi.org/10.31004/cdj.v1i3.1452
Novianto, P., Hantoro, M., Budiman, A., Dewi, L., Sita, S. D., Noverdi, H., Ekkuinbang, P. S., Suryani, A. S., Prasetiawan, T., & Ade, T. (2024). Kekerasan Pada Anak Di Satuan Pendidikan. Idntimes. Com, 1 Oktober, 1–2.
Nurhayati, N., Simatupang, A. Y., Tanjung, C. A., Syahrani, J. D., Pratiwi, K. M. H., Sifana, T., & Pratiwi, V. A. (2025). Luka Yang Tak Terlihat: Efek Jangka Panjang Bullying Terhadap Kesehatan Mental Remaja. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 8(2), 6514–6519. https://doi.org/10.31004/jrpp.v8i2.48295
Pepler, D., Craig, W., Jiang, D., & Connolly, J. (2008). The development of bullying. International Journal of Adolescent Medicine and Health, 20(2), 113–120.
Piaget, J. (1977). The development of thought: Equilibration of cognitive structures.(Trans A. Rosin). Viking.
Rahman, P. K. (2024). Analysis of Teacher Preparedness for Using Technology in the Classroom Learning Process. Indonesian Research Journal on Education, 4(4), 276–280. https://doi.org/10.31289/analitika.v14i1.6015
Roca-Campos, E., Duque, E., González, O. R., & Ramis‐Salas, M. (2021). The Zero Violence Brave Club: A Successful Intervention to Prevent and Address Bullying in Schools. Frontiers in Psychiatry, 12. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2021.601424
Salmivalli, C. (2014). Participant roles in bullying: How can peer bystanders be utilized in interventions? Theory into Practice, 53(4), 286–292.
Soleman, F. (2021). Meminimalisir Bahaya Bullying Melalui Bimbingan Klasikal pada Siswa VIII SMP Negeri 7 Telaga Biru. Aksara Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 7(3), 1407. https://doi.org/10.37905/aksara.7.3.1407-1416.2021
Sugiyono, S. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Utami, T. W., Fadilah, A., & PH, L. (2019). Hubungan bullying dengan ketidakberdayaan pada remaja. Jurnal Keperawatan Jiwa, 7(2), 159. https://doi.org/10.26714/jkj.7.2.2019.161-166
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Widi Hatmoko

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




