Urgensi Nilai-nilai Esoteris pada Kitab Al-Munqidz min ad-Dhalal Karya Imam Al-Ghazali terhadap Pendidikan Islam dalam Mempersiapkan Generasi Indonesia Emas 2045
DOI:
https://doi.org/10.32923/edois.v3i1.5416Kata Kunci:
Nilai-Nilai EsoterisAbstrak
Menuju Indonesia Emas 2045, pembangunan nasional menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. Namun, kemajuan material tanpa keseimbangan spiritual berpotensi menimbulkan krisis moral dan disorientasi nilai. Dalam konteks ini, nilai-nilai esoteris Islam menjadi fondasi penting bagi pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan karakter dan spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi nilai-nilai esoteris dalam Al-Munqidz min ad-Dhalāl karya Imam al-Ghazali terhadap pendidikan Islam dalam mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) dan analisis hermeneutik-tematik terhadap teks klasik dan literatur pendukung. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai esoteris yang menonjol dalam karya al-Ghazali meliputi mujāhadah (kesungguhan spiritual), muḥāsabah (introspeksi diri), dan uzlah (pengendalian diri dan ketenangan batin). Ketiga nilai tersebut memiliki relevansi langsung dengan pembentukan karakter peserta didik melalui integrasi dimensi afektif, reflektif, dan kontemplatif dalam pendidikan Islam. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai esoteris al-Ghazali dapat menjadi kerangka konseptual bagi pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang holistik dalam mewujudkan generasi berilmu, berakhlak, dan berketuhanan menuju Indonesia Emas 2045
Referensi
Al-Attas, M. N. (1980). The concept of education in Islam. Muslim Youth Movement of Malaysia Kuala Lumpur.
Alfiyanto, A., Pranajaya, S. A., Ikhwan, M., Gumilang, R. M., Ghazali, M., & Hidayati, F. (2024). Towards Transformative Islamic Education: Reflections and Projections on the Direction of Islamic Education. Ulul Albab, 28(2), 88. https://doi.org/10.31764/jua.v28i2.23767
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage publications.
Gadamer, H.-G. (2013). Truth and method. A&C Black.
Giyarsi, G. (2023). Peningkatan Kualitas Pendidikan Islam melalui Aspek Spiritual: Tinjauan Terhadap Praktek Pendidikan Spiritual. An-Nuha, 3(4), 433–449. https://doi.org/10.24036/annuha.v3i4.428
HN, H. (2008). Ilmu Ketuhanan: Ma’rifat Musyahadah Mukasyafah Mahabbah. Jakarta: Zahra.
Huberman, A. (2019). Qualitative data analysis a methods sourcebook.
Kementerian, P. P. N. (2019). Indonesia 2045: Berdaulat, maju, adil, dan makmur. Bappenas. Jakarta.
Lapsley, D. K., & Narvaez, D. (2006). Character education. Handbook of Child Psychology, 4(1), 696–749.
Lickona, T. (1992). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam.
Maolla, N. W., Komariah, E. N., & Affandi, A. (2025). Concept of character education according to imam al-ghazali and its relevance to modern islamic education. Deleted Journal, 3(1), 16–21. https://doi.org/10.58738/compass.v3i1.750
Nasr, S. H. (2007). The Essential Seyyed Hossein Nasr. World Wisdom, Inc.
Neale, H. S. (2017). The Concept of Spiritual Jihad in Learned Sufi Texts (pp. 47–56). Palgrave Macmillan, New York. https://doi.org/10.1057/978-1-137-56155-8_4
Palmer, R. E. (1969). Hermeneutics: Interpretation Theory in Schleiermacher, Dilthey, Heidegger, and Gadamer. Northwestern University Press.
Putra, K. A. (2024). Konsep Pendidikan Spiritual Imam Al-Ghazali dan Relevansinya terhadap Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam. Jurnal Ilmiah Guru Madrasah., 3(2), 104–117. https://doi.org/10.69548/jigm.v3i2.44
Putri, H. J., Dewi, E. M. P., & Najmi, V. N. (2025). Character Education Based on Al-Gazālī’s Sprituality: A Solution to Moral Crisis in the Digital Era. Bulletin of Indonesian Islamic Studies, 4(1), 162–179. https://doi.org/10.51214/biis.v4i1.1499
Rahman, P. K. (2024). Analysis of Teacher Preparedness for Using Technology in the Classroom Learning Process. Indonesian Research Journal on Education, 4(4), 276–280. https://doi.org/10.31289/analitika.v14i1.6015
Ricoeur, P. (1976). Interpretation theory: Discourse and the surplus of meaning. TCU press.
Septrianto, W., & Taqwa, U. ‘alat. (2024). Tafakur Menurut Imam Al-Ghozali dan Implikasinya Terhadap Terapi Psikospiritual Mahasantri Santri Universitas Darussalam Gontor. 14(1), 59–75. https://doi.org/10.69879/p58dk037
Sururin, S., & Sodiq, A. (2023). Tafakkur: A Contemplation of Students’ Spiritual and Emotional Intelligence (in The Perspective of Sufism & Transpersonal Psychology). https://doi.org/10.22373/jie.v6i2.18957
حسين, م. ح. د. (2024). المجاهدات الروحية عند الامام ابو العزائم. Deleted Journal, 75(75), 0. https://doi.org/10.21608/artman.2023.253735.2426
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2025-10-30 (5)
- 2026-02-08 (4)
- 2026-02-08 (3)
- 2026-02-08 (2)
- 2026-02-08 (1)
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Muhamad Karyawan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




