NEGOTIATING RELIGIOUS TOLERANCE IN A MUSLIM MINORITY CONTEXT: A LOCAL CULTURE–BASED EDUCATIONAL MODEL FROM BALI
DOI:
https://doi.org/10.32923/7w9hvq42Keywords:
Religious Tolerance Education, Local Culture, Muslim Minority, Interreligious, HarmonyAbstract
This study aims to examine in depth the model of religious tolerance education grounded in local culture within a Muslim minority context in Bungaya, Bebandem, Karangasem, Bali. It seeks to reveal how local cultural values function as social and pedagogical resources in sustaining interreligious harmony in a predominantly Hindu society. Methodologically, the study employs a descriptive quantitative design complemented by a phenomenological approach. Data were collected by focusing on the lived experiences and roles of religious leaders and madrasah principals in Muslim minority areas, particularly in their efforts to implement and transmit models of religious tolerance education both within the broader community and in formal educational settings. The findings demonstrate that religious tolerance among Muslim minorities in Bungaya is constructed through locally rooted practices that emphasize mutual respect, cultural participation, and everyday interreligious engagement. Community leaders and religious figures play a central role in translating local cultural norms into educational practices that encourage dialogue, cooperation, and peaceful coexistence between Hindu and Muslim communities. This study implies that local culture–based tolerance education offers a sustainable and context-sensitive model for managing religious diversity in minority settings. The findings contribute to Islamic education and religious studies by highlighting the strategic role of local cultural wisdom in strengthening social cohesion and providing an alternative framework for religious tolerance education in multi-religious societies.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Suparta Suparta, Wahyudi Wahyudi, Mubaidi Sulaeman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta
- Untuk semua artikel yang dimuat di Mawa'izh (Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan), hak cipta tetap milik penulis. Penulis memberikan izin kepada penerbit untuk mengumumkan karyanya dengan syarat. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan, penulis menyetujui pengalihan otomatis hak penerbitan kepada penerbit.
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4.0. yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya tersebut dan publikasi awal di jurnal ini.
- Penulis dapat mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya pada tahun jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar atas karya yang diterbitkan (Lihat The Pengaruh Akses Terbuka )
SURAT PENUGASAN HAK CIPTA
Sebagai penulis Jurnal Mawa'izh Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Indonesia, saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Menyatakan:
- Makalah saya asli; tulisan saya sendiri dan belum pernah dipublikasikan/diusulkan pada jurnal dan publikasi lain.
- Makalah saya bukan plagiarisme melainkan ide/penelitian asli saya.
- Makalah saya tidak ditulis oleh bantuan lain, kecuali dengan rekomendasi Dewan Editor dan Reviewer yang telah dipilih oleh jurnal ini.
- Dalam makalah saya, tidak ada tulisan atau pendapat lain kecuali yang disebutkan dalam daftar pustaka dan relevan dengan kaidah penulisan di jurnal ini.
- Saya membuat tugas ini dengan pasti. Jika ada distorsi dan ketidakbenaran dalam penugasan ini, nanti saya akan bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku.





.gif)








